Popular Posts

Saturday, April 7, 2012

IPA

sistem gerak pada tumbuhan :
1. Gerak Higroskopis
Adalah gerak yang disebabkan karena pengaruh perubahan kadar air yang menyebabkan berkembang atau berkerutnya sel-sel tertentu. Kehilangan air yang tidak merata menyebabkan kadar air tidak merata pada seluruh bagian organ tubuh tumbuhan. Dampak selanjutnya akan terjadi tarik menarik antara bagian yang akan berkembang. Bagian mana yang kuat akan menentukan arah gerak bagian tubuh tersebut. Gerak macam ini ditemukan pada :
- Gerak membuka dan menutupnya kotak spora untuk mengeluarkan spora pada tumbuhan lumut dan paku karena adanya perubahan kadar air secara terus-menerus.
- Pecahnya kulit buah yang telah tua atau kering pada tumbuhan polong-polongan, yaitu tanaman kedelai, kacang buncis. Pecahnya kulit buah dan terpentalnya biji merupakan cara tumbuhan tersebut dalam upaya meneruskan keturunannya.
2. Gerak Esionom
Adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsangan dari luar tubuh tumbuhan. Rangsangan itu dapat berupa cahaya, sentuhan, suhu, air, graviatasi bumi dan zat kimia. Organ yang menerima rangsangan tersebut dapat berupa akar, daun, bunga, buah, batang atau bagian tubuh lainnya. Gerak esionom ini dibedakan menjadi tiga macam gerak secara umum, yaitu :
a. Gerak Nasti.
Merupakan gerak bagian tubuh tumbuhan sebagai tanggapan terhadap rangsangan dari luar tubuh tumbuhan. Arah gerak nasti tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan atau ditentukan sendiri oleh tumbuhan dengan menuruti struktur anatomi tubuhnya. Secara khusus gerak nasti dibedakan menjadi 5 macam gerak, yaitu :
· Seismonasti
Gerak membuka dan menutupnya daun majemuk yang disebabkan adanya getaran atau sentuhan. Contoh : daun tanaman putri malu yang apabila disentuh atau bergetar, daun tersebut tampak layu. Hal tersebut dikarenakan cairan / air yang berada di daun yang terkena sentuhan menjauhi sehingga kadar air pada daun tersebut berkurang dan tekanan turgornya kecil.
Apabila daun dibiarkan beberapa saat tanpa adanya sentuhan lagi maka daun akan segar / membuka kembali. Mengenai lamanya waktu daun tersebut untuk membuka kembali bergantung pada suhu dan keras halusnya getaran. Arah gerak menutupnya daun purti malu adalah tetap atau menuruti anatomi tumbuhan itu sendiri meskipun pusat sentuhan berbeda.
· Niktinasti
Gerak tidur daun majemuk akibat pengaruh rangsang gelap yang dapat menurunkan tekanan turgor pada persendian daun. Menurunnya tekanan turgor disebabkan terjadinya perubahan suhu. Contoh dari gerak niktinasti adalah daun petai cina atau lamtoro, kembang merak, daun flamboyan. Berikut gambar dari daun petai cina yang mengalami gerak tidur menjelang malam hari.
· Fotonasti
Gerak nasti karena ada rangsang berupa cahaya
. Contoh dari gerak ini adalah membuka dan menutupnya bunga pukul empat ( Mirabilis jalapa ) pada jam-jam tertentu. Menurut para peneliti gerak mekarnya bunga tersebut karena pengaruh dari perpaduan perubahan lingkungan diantaranya suhu, cahaya dan kelembapan udara.
· Termonasti
Gerak yang disebabkan adanya rangsangan berupa perubahan suhu di lingkungannya. Contohnya bunga tulip yang akan mekar apabila suhu lingkungan naik sebesar ½ oC.
· Nasti kompleks
Yaitu gerak yang disebabkan oleh berbagai faktor lingkungan yang saling bekerja sama sehingga dapat menyebabkan terjadinya gerak. Contohnya gerak membuka dan menutupnya stomata atau mulut daun untuk mengatur besarnya penguapan.

b. Gerak Tropisme.
Gerak bagian tubuh tumbuhan sebagai tanggapan terhadap rangsangan dengan arah gerak yang ditentukan oleh rangsangan itu. Apabila gerakannya mendekati sumber rangsangan disebut tropisme positif dam bila menjauhi sumber rangsangan disebut tropisme negatif. Secara khusus gerak tropisme dibedakan menjadi 8 macam gerak, yaitu :
· Fototropisme atau Heliotropisme
Adalah gerak tidak bebas bagian tubuh tumbuhan mendekati atau menjauhi sumber rangsang berupa cahaya. Pada gerak ini tidak lepas adanya kerja dari hormon auksin. Hormon ini bekerja sangat aktif pada saat sinar matahari cukup kuat, apalagi hormon ini memiliki jumlah yang banyak pada saat batang tumbuhan mulai tumbuh.[2]
Bila arah gerakannya mendekati sumber rangsang cahaya disebut fototropisme positif. Contohnya gerak batang yang selalu menuju sumber cahaya. Bila arah gerakannya menjauhi sumber rangsang cahaya disebut fototropisme negatif. Contohnya gerak tumbuh ujung akar.
· Geotropisme
Ialah gerak bagian tubuh tumbuhan sebagai respon adanya rangsang berupa gaya tarik bumi atau gravitasi. Apabila gerakan akar menuju ke bawah disebut geotropisme positif. Apabila gerak pada bagian tubuh tumbuhan menjauhi arah gaya tarik bumi disebut geotropisme negatif, contoh gerak tumbuh batang tumbuhan.
Sama halnya dengan gerak fototropisme, yang bekerja hanyalah hormon auksin. Sebagian besar hormon auksin yang bergerak ke sel-sel yang sedang mengadakan pembelahan akan mencapai sel yang terletak pada sisi sebelah bawah batang. Sel ini akan bertambah panjang lebih besar dari sel-sel pada bagian atas dan dengan demikian sel-sel akan membengkok ke atas. Jika auksin mencapai sel-sel akar, konsentrasi hormon ini masih tinggi pada sisi bagian bawah akan dihambat pertumbuhannya lebih banyak. Dengan demikian sel akar pada bagian sisi atas akan bertambah panjang lebih besar dari sisi bawah. Ujung akar akan membengkok ke bawah menuju pusat bumi.

· Tigmotropisme atau Haptotropisme
Adalah gerak tidak bebas pada tumbuhan atau gerak membeloknya arah pertumbuhan bagian tubuh tumbuhan karena adanya rangsangan yang berupa sentuhan. Berbeda dengan seismonasti sentuhan yang dimaksud adalah dari tumbuhan itu sendiri yang melakukan sentuhan terhadap benda sekitar. Contohnya pada tumbuhan bersulur (mentimun, pare, markisa, dll).
Mekanisme mengenai gerak ini adalah apabila ujung sulur menyentuh benda di sekelilingnya maka akan membelit dan apabila benda yang disekitarnya sudah habis dibelitnya maka sulur akan tumbuh lurus. Berikut gambar mengenai gerak tigmotropisme :

· Hidrotopisme
Yaitu gerak pada bagian tubuh tumbuhan ke arah lingkungan yang berair. Contohnya gerakan akar yang berusaha menjangkau daerah yang cukup air.

· Kemotropisme
Ialah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh bahan kimia. Apabila mendekati arah rangsang zat kimia disebut kemotropisme positif, misalnya gerak tumbuh akar mendekati adanya pupuk di tanah. Apabila menjauhi arah rangsang zat kimia disebut kemotropisme negatif.

· Galvanotropisme
Adalah gerak tropisme karena pengaruh dari listrik.
· Termotropisme
Adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh panas atau suhu.

c. Gerak Taksis.
Gerak pindah tempat yang dilakukan oleh organisme atau bagian dari tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi datangnya rangsang. Gerak taksis hanya dapat dijumpai pada tumbuhan tingkat rendah atau bagian dari tumbuhan tingkat tinggi. Pada tumbuhan tingkat tinggi untuk keseluruhan tubuh tumbuhan tidak pernah dijumpai. Berdasarkan jenis rangsangannya, gerak taksis dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
· Fototaksis
Yaitu gerak bebas tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Contoh dari gerak ini adalah sel tumbuhan / kloroplas yang mengandung klorofil bergerak menuju sisi sel yang terkena cahaya. Dalam gerak ini dikenal fototaksis positif : gerak Euglena viridis mendekati arah sumber cahaya. Fototaksis negatif : gerak ganggang hijau menjauhi sinar mataharikarena intensitas cahaya melebihi batas toleransi. Disini terjadi perubahan gerak yang sebelumnya positif menjadi negatif.

· Kemotaksis
Adalah gerak berpindahnya organ tumbuhan karena adanya rangsang kimia. Contoh dari gerak kemotaksis adalah gerakan spermatozoid yang dilepaskan oleh anteridium tumbuhan lumut bergerak menuju sel telur arkegonium. Gerakan spermatozoid menuju sel telur ini disebabkan oleh rangsang kimia yang berupa glukosa dan protein yang disekresikan arkegonium, kemudian spermatozoid berenang melewati air atau permukaan yang basah menuju sel telur.

· Galvanotaksis
Ialah gerak berpindahnya seluruh atau sebagian organ tumbuhan karena adanya rangsang berupa listrik. Contohnya gerak bakteri dan paramaecium ke arah kutub positif dan kutub negatif.

3. Gerak Endonom
Gerak endonom adalah gerak yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. Karena faktor tesebut para ilmuwan masih belum tahu penyebabnya. Ada sebagian para ahli menyebut gerakan ini gerak spontan atau gerak autonom. Contoh dari gerak ini ialah gerakan plasma sel.